Jumat, 17 Juli 2009

Bom Tanpa Pesan, Dan Dua Hotel Internasional

Dua bom meledak dan menggemparkan Indonesia (16/7). Sebuah tim sepakbola dunia, Manchester United pun membatalkan turnya ke Indonesia. Dua Bom meluluhlantakkan dua hotel internasional berbintang lima, Ritz Carlton dan J.W. Marriott.

Beberapa tiga kali Marriott pernah mengalami insiden ledakan. Tercatat di Indonesia, J.W. Marriott pernah dua kali dibom pada tahun 2003 dan 2009. Sementara itu, di Islamabad, hotel ini dibom pada tahun 2008.

Beberapa analis keamanan dan terorisme mengungkapkan bahwa ikon-ikon Amerika memang sering menjadi sasaran para teroris. Selain jaringan yang mengglobal memang menciptakan efek publisitas yang bisa didapatkan dengan pengeboman hotel melati biasa, serangan terhadap ikon-ikon Amerika tersebut memang dinilai dapat mengirimkan pesan teror dengan efisien.

Sebagai ikon Amerika, Marriott menjadi salah satu pilar imperialisme ekonomi Amerika. Majalah Forbes pun mengaitkan laba Marriott sebagai salah satu indikator bagi makroekonomi Amerika.

Majalah Forbes melaporkan laba perusahaan penginapan Marriott yang mencapai $ 6,6 miliar di kuarter kedua tahun 2009. Secara internasional, seperti diberitakan washington post, laba Marriott ini mengalami penurunan 76 persen dari laba kuarter sebelumnya. Namun di Amerika, laba ini diperkuat dengan fakta bahwa terjadi pertumbuhan tingkat hunian meski masih bertumbuh satu digit.

Beberapa analis menilai pertumbuhan tingkat hunian di New York ini dapat menjadi dasar bagi prediksi kondisi makroekonomi Amerika yang menguat. Hal ini didasari pada fakta pertumbuhan konsumsi waktu luang di Amerika yang dapat diartikan sebagai terjadinya perbaikan tingkat kesejahteraan individu yang mendorong konsumsi salah satunya pada konsumsi untuk jasa dan industri waktu luang termasuk konsumsi hiburan dan penginapan. Joseph Greff, analis JP Morgan, seperti dikutip Forbes (15/7) membenarkan fakta bahwa tingkat hunian di New York yang tumbuh satu digit belakangan ini. b

Dua hotel internasional yang menjadi sasaran peledakan di Jakarta, Ritz Carlton dan J.W. Marriott adalah perusahaan internasional yang sudah memulai usahanya sejak 1920an. Keduanya tumbuh mengglobal bersama gelembung ekonomi Amerika paska perang dunia pertama.

Marriott Internasional Inc adalah perusahaan franchise Internasional yang bergerak di bidang perhotelan dan resort. J. Willard Marriott, seorang mantan misionaris Mormon yang kemudian membuka kedai root beer adalah pendiri perusahaan penginapan franchise ini.

Awalnya, J. W. Marriott bersama dengan istrinya, Alice, membuka kedai root beer pertama di Whasington D.C pada tahun 1927. belakangan bisnis bertumbuh sangat cepat. Dibawah J.W (Bill) Marriott, bisnis penginapan keluarga Marriott ini mencapai puncaknya.

Pada tahun 1995 Marriott membeli 49 persen kepemilikan hotel Ritz Carlton-Hotel Company LLC. Investasi awal Marriott dalam akuisisi tersebut diperkirakan mencapai $ 200 juta. Tahun berikutnya, Marriott menggelontorkan dana segar mencapai $330 juta untuk membeli Ritz Carlton Atalanta. Selanjutnya, Ritz Carlton pun menjadi anak perusahaan Marriott International Inc.

Ritz Carlton yang belakangan dibeli Marriott adalah perusahaan hotel dan resort mewah dengan 70 properti yang terletak di kota-kota besar di 23 negara. Ritz Carlton didirikan pada tahun 1927 di Boston, Amerika Serikat, jauh sebelum Marriott memulai usaha hotelnya. Tercatat, 32.000 pekerja diperkerjakan di perusahaan ini.

Kedua hotel berbintang lima ini memang menjadi langganan turis asing khususnya turus Amerika dan Eropa. Tidak hanya di Indonesia, tren ini juga terjadi di beberapa negara lain. Hal ini tak mengherankan mengingat fasilitas bintang lima yang berstandar internasional memang sudah tak diragukan lagi.

Dengan fasilitas mewahnya, hotel yang biasa terletak di daerah strategis pusat kota ini kemudian menjadi favorit para bos besar. Di Jakarta, Ritz Carlton dan Marriott terletak di Mega Kuningan, sebuah lokasi paling strategis di Jakarta. Beberapa perusahaan besar baik asing maupun dalam negeri berkantor didaerah ini. Beberapa kantor-kantor kedutaan pun ada didaerah ini. Dengan letak yang sangat strategis tersebut maka tak jarang meeting dan lobi-lobi bisnis terjadi di kedua hotel tersebut.

Rencananya, tim papan atas Eropa, Manchester United akan menginap di Hotel Ritz Carlton untuk beberapa hari selama turnya di Jakarta. Tim Indonesia all star pun sudah mulai menginap di J.W, Marriott sebelum menghadapi setan merah. Beruntung, tim Indonesia sudah meninggalkan hotel untuk berlatih, beberapa menit sebelum ledakan terjadi. Namun malang, setan merah yang rencananya baru tiba di Indonesia malam ini urung datang ke Indonesia.

Teroris yang sampai saat ini belum mengaku bertanggung jawab dan menyampaikan pesan terornya secara langsung memang telah berhasil menembus sistem keamanan dua hotel internasional ini. pengalaman pengeboman beberapa kali sebenarnya telah memberi pelajaran pada Marriott dan Ritz Carlton untuk meningkatkan keamanan hotel mereka.

Namun, teroris memang selalu mau belajar. Sistem keamanan dua hotel internasional yang dinilai terketat di Indonesia telah ditembus. Kini puing-puing sisa ledakan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tidak hanya oleh pemerintah Indonesia tetapi juga ikon-ikon Amerika lain yang munkin akan menjadi sasaran teror. ni56pa98kx

Rabu, 01 Juli 2009

Berapa Gajimu?

Hari ini Pepih Nugraha, seorang wartawan Kompas menuliskan laporannya tentang peluncuran sebuah situs gaji. Nama situsnya, gajimu.com. situs non-profit ini berafiliasi dengan The WageIndicator Foundation dan rubrik perempuan Kompas.

Situs baru tersebut memang membuat penasaran. Apalagi jika melihat afiliasi dibelakang situs non-profit tersebut. Laporan yang didedikasikan oleh Pepih Nugraha di Kompasiana pun semakin menambah penasaran. Pepih Nugraha melaporkan bagaimana peluncuran situs tersebut dilaksanakan di Pisa Cafe dengan dihadiri beberapa selebritis seperti Shahnaz Haque, Santi Manuhutu, dan Anya Dwinov sebagai host.

Dengan penasaran, lalu situs tersebut saya kunjungi. Sekilas memang situs tersebut menawarkan konten yang tampak menarik, sebuah situs yang menawarkan informasi perbandingan gaji pekerja. Ketika dicek, ternyata konten andalan situs ini, yaitu konten survey gaji masih belum berjalan dengan baik. Ketika dicoba, konten tersebut tidak berhasil menampilkan data. Konten lain di situs gajimu.com pun masih belum optimal. Beberapa konten tampak menampilkan data-data gaji tahun 2007.

Situs ini berafiliasi dengan The WageIndicator Foundation, sebuah lembaga non profit Internasional yang mengerjakan proyek pertamanya di Belanda dengan situs Loonwijzer.nl. Di Indonesia, proyek tersebut diteruskan dengan sebuah situs bernama gajimu.com.

Di Belanda, Yayasan Loonwijzer merupakan inisiatif bersama FNV (serikat datang Belanda), University of Amsterdam / AIAS (Institute of Labour Studies) dan situs karir Belanda, Monsterboard. Beberapa lembaga tersebut kemudian membentuk dewan pengawas dan menjalankan proyek The WageIndicator Foundation.

Terlepas dari konten yang belum terlalu siap dan acara peluncuran yang kelewat mantap seperti dilaporkan oleh Pepih Nugraha, masa depan proyek ini tampak cukup menjanjikan. Indikator upah yang ditawarkan dan jaringan global yang sedang dibangun akan menajadi salah satu keuntungan bagi kelas pekerja untuk tidak terlalu didikte oleh pembuat kebijakan upah minimum.

Selama ini, upah minimum adalah instrumen negara untuk menarik investor. Semakin kecil upah minimum, investor akan semakin tertarik dengan efisiensi biaya produksi yang ditawarkan. Namun, tak dapat disangkal bahwa perselingkuhan antara negara dengan kapital akan merugikan kelas pekerja domesktik. Lihat saja, ketika demi investor negara menurunkan standar gaji minimum, maka pekerja pun akan dirugikan.

Informasi upah selama ini memang minim. Beberapa kelompok kepentingan seperti serikat-serikat buruh tak dapat dipungkiri memang kesulitan menyuarakan kepentingannya terkait dengan upah dan kesejahteraan mereka. Kedepan, ketika indikator upah yang dijalankan oleh The WageIndicator Foundation terbagun dengan baik, serikat-serikat pekerja dan kelompok-kelompok kepentingan dapat menyusun berbagai kepentingannya terkait dengan upah dan kesejahteraan berdasarkan indikator upah global.

Bagi individu, indikator upah ini nantinya memang bisa menjadi salah satu referensi kenaikan gaji. Terbatasnya informasi tentang gaji memang membuat pekerja kadang terkungkung dalam skema gaji yang kadang merugikan. Dengan informasi dan referensi yang ditawarkan situs gajimu.com, maka keterbatasan informasi ini dapat di atasi. Individu dan serikat pekerja pun dapat bersuara lantang ketika gaji mereka berada dibawah indikator upah global.

Namun, mengingat usianya di Indonesia yang baru sehari, maka berbagai kekurangan memang bisa dimaklumi. Minimal, keseriusan proyek ini di Indonesia bisa kita lihat dari acara peluncuran yang tampak bonafid seperti yang dilaporkan oleh Pepih Nugraha. Maka, inilah konten baru yang patut kita tunggu.