Hari ini Pepih Nugraha, seorang wartawan Kompas menuliskan laporannya tentang peluncuran sebuah situs gaji. Nama situsnya, gajimu.com. situs non-profit ini berafiliasi dengan The WageIndicator Foundation dan rubrik perempuan Kompas.
Situs baru tersebut memang membuat penasaran. Apalagi jika melihat afiliasi dibelakang situs non-profit tersebut. Laporan yang didedikasikan oleh Pepih Nugraha di Kompasiana pun semakin menambah penasaran. Pepih Nugraha melaporkan bagaimana peluncuran situs tersebut dilaksanakan di Pisa Cafe dengan dihadiri beberapa selebritis seperti Shahnaz Haque, Santi Manuhutu, dan Anya Dwinov sebagai host.
Dengan penasaran, lalu situs tersebut saya kunjungi. Sekilas memang situs tersebut menawarkan konten yang tampak menarik, sebuah situs yang menawarkan informasi perbandingan gaji pekerja. Ketika dicek, ternyata konten andalan situs ini, yaitu konten survey gaji masih belum berjalan dengan baik. Ketika dicoba, konten tersebut tidak berhasil menampilkan data. Konten lain di situs gajimu.com pun masih belum optimal. Beberapa konten tampak menampilkan data-data gaji tahun 2007.
Situs ini berafiliasi dengan The WageIndicator Foundation, sebuah lembaga non profit Internasional yang mengerjakan proyek pertamanya di Belanda dengan situs Loonwijzer.nl. Di Indonesia, proyek tersebut diteruskan dengan sebuah situs bernama gajimu.com.
Di Belanda, Yayasan Loonwijzer merupakan inisiatif bersama FNV (serikat datang Belanda),
Terlepas dari konten yang belum terlalu siap dan acara peluncuran yang kelewat mantap seperti dilaporkan oleh Pepih Nugraha, masa depan proyek ini tampak cukup menjanjikan. Indikator upah yang ditawarkan dan jaringan global yang sedang dibangun akan menajadi salah satu keuntungan bagi kelas pekerja untuk tidak terlalu didikte oleh pembuat kebijakan upah minimum.
Selama ini, upah minimum adalah instrumen negara untuk menarik investor. Semakin kecil upah minimum, investor akan semakin tertarik dengan efisiensi biaya produksi yang ditawarkan. Namun, tak dapat disangkal bahwa perselingkuhan antara negara dengan kapital akan merugikan kelas pekerja domesktik. Lihat saja, ketika demi investor negara menurunkan standar gaji minimum, maka pekerja pun akan dirugikan.
Informasi upah selama ini memang minim. Beberapa kelompok kepentingan seperti serikat-serikat buruh tak dapat dipungkiri memang kesulitan menyuarakan kepentingannya terkait dengan upah dan kesejahteraan mereka. Kedepan, ketika indikator upah yang dijalankan oleh The WageIndicator Foundation terbagun dengan baik, serikat-serikat pekerja dan kelompok-kelompok kepentingan dapat menyusun berbagai kepentingannya terkait dengan upah dan kesejahteraan berdasarkan indikator upah global.
Bagi individu, indikator upah ini nantinya memang bisa menjadi salah satu referensi kenaikan gaji. Terbatasnya informasi tentang gaji memang membuat pekerja kadang terkungkung dalam skema gaji yang kadang merugikan. Dengan informasi dan referensi yang ditawarkan situs gajimu.com, maka keterbatasan informasi ini dapat di atasi. Individu dan serikat pekerja pun dapat bersuara lantang ketika gaji mereka berada dibawah indikator upah global.
Namun, mengingat usianya di
Tidak ada komentar:
Posting Komentar