Starring: Ellen Page, Hayley McFarland, Nick Searchy, Romy Rosemont, Catherine Keener, Sri Graynor, Scout Taylor Compton,Tristan Jarred,
Directed by: Tommy O’Haver
Dengan enam orang anak kandung dan dua orang anak titipan, seorang ibu bahkan bisa kehilangan sisi keibuannya. Akhirnya, seorang anak titipan menjadi korban. Dan lahirlah sebuah cerita kriminal paling menggemparkan di seluruh negeri.
Film ini didasarkan pada sebuah kisah nyata yang pernah menggemparkan seluruh negeri Paman Sam tahun 1965. Awalnya, adalah kehidupan sebuah keluarga pekerja pasar malam yang nomaden. Tanpa tempat tinggal tetap, keluarga Likens selalu berpindah setiap kali pasar malam yang menjadi sumber mata pencaharian mulai sepi pengunjung.
Terlalu lama mengembara, pasangan Likens pun mulai resah memikirkan masa depan kedua putri mereka yang beranjak dewasa tanpa teman dan kehidupan menetap. Mereka mulai memikirkan tempat tinggal tetap agar putri mereka bisa bersekolah, mencari teman, dan menjalani kehidupan layaknya anak-anak seusia mereka. Sementara kehidupan pasar malam yang mulai tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, membuat pasangan Likens berpisah untuk sementara waktu.
Sang Ayah, Lester Likens (Nick Searcy) berkeras untuk tetap bekerja di pasar malam, sementara sang ibu, Betty Likens (Romy Rosemot), berkeras untuk meninggalkan kehidupan pasar malam yang dinilai tidak baik bagi masa depan kedua putri mereka. Betty dan kedua putri mereka pun akhirnya menetap di Indianapolis.
Di Indianapolis, tempat pemberhentian pasar malam yang entah keberapa, kakak beradik Silvia (Ellen Page) dan Jennie Likens (Hayley McFarland) mulai mendapat teman baru sepulang dari gereja. yang mendapat teman baru sepulang dari gereja membuat sang ibu, Betty Likens (Romy Rosemot), berencana untuk menetap di Indianapolis. Namun sang Ayah merasa tetap berat meninggalkan pasar malam dan kedua putrinya.
Akhirnya tawaran dari Gertrude (Cahterine keener) pun datang. Gertrude adalah ibu dari teman baru Silvia dan Jennie. Tawarannya, 20 dollar seminggu untuk memberikan kedua anak Likens sebuah kehidupan menetap di Indianapolis. Dengan tawaran tersebut, Lester mampu membujuk Betty untuk tetap di pasar malam sampai akhir tahun, sementara kedua putri mereka tetap bisa membangun kehidupan menetap di Indianapolis bersama Getrude dan anak-anaknya.
Dengan janji hanya ditinggal selama beberapa bulan, Kakak beradik Silvia dan Jennie pun akhirnya bersedia tinggal bersama Gertrude. Namun malang bagi kakak beradik ini karena tak lama setelah ditinggal orang tua mereka, Gertrude mulai menunjukkan ketidakstablilan jiwanya. Kedua anak titipan ini menjadi pelampiasan emosi Gertrude.
Gertrude adalah seorang single mother yang tertekan secara mental karena kebutuhan hidup yang tak pernah mampu ia cukupi. Setelah terpuruk karena diitinggalkan suami, ia pun memiliki pacar yang hanya bisa berhutang. Kondisi ibunya yang tidak sehat akhirnya mendorong Paula (Ari Graynor), anak pertama Gertrude, untuk bekerja paruh waktu sepulang sekolah. Hasilnya, adalah uang tambahan untuk makan malam keluarga.
Film ini menggambarkan bagaimana beratnya kehidupan keluarga kelas bawah di Amerika. Awalnya adalah tekanan ekonomi, namun kehidupan adalah sebuah rantai. Tekanan ekonomi akhirnya menjadi virus yang akhirnya menekan mental. Dengan tekanan berat seperti itu, tak jarang orang mengalami masalah kejiwaan seperti yang dialami Gertrude. Untuk mengobati tekanan mental yang dideritanya, Gertrude rutin meminum obat penenang. Namun, tak hanya obat, pelampiasan adalah hal lain yang ia butuhkan.
Tanpa sadar, seorang anak titipan pun menjadi korban pelampiasan. Iri dan dengki membuat semuanya menjadi mudah. Awalnya, Silvia tanpa sengaja membogkar aib demi menyelamatkan Paula dari perbuatan bejat pacarnya. Namun aib yang terbongkar justru membuat Paula membenci Silvia. Gertrude, yang protektif terhadap anak-anaknya mencoba melindungi Paula. Ia menghukum Silvia dengan siksaan yang keji.
Awalnya hanya dengan sabetan sabuk, lama-kelamaan, Gertrude seperti menemukan kenikmatan ketika menyiksa Silvia. Gertrude seperti kembali menjadi ibu seutuhnya ketika ia mencoba melindungi dan membela anak-anaknya. Menyiksa Silvia karena telah mempermalukan anaknya menjadi sebuah pelampiasan.
Siksaan paling gila adalah ketika Gertrude memaksa Silvia memasukkan botol Sprite kedalam vaginanya didepan enam anak gertrude plus seorang teman Silvia. Ini adalah hukuman karena Silvia dinilai telah menyebarkan kabar tentang Paula yang hamil. Gosip tentang Paula memang kemudian berkembang. Seiring dengan menyebarnya gosip itu, hukuman pada Silvia semakin hari semakin berat. Sampai pada titik kebenciannya pada Silvia, Gertrude menyiksa Silvia dengan menuliskan kata-kata ‘I am a prostitute and proud of it” di perut Silvia yang sedang sekarat dengan sayatan kawat panas.
Film ini merekam sisi lain kehidupan masyarakat Barat yang kadang bisa tak masuk akal. Individualisme telah membiarkan Silvia tersiksa dalam basement selama beberapa minggu. Salah satu adegan memperlihatkan bagaimana para tetangga yang tak peduli pada teriakan Silvi ketika disiksa. Protektisionis telah menyiksa Silvia yang anak titipan hingga mati.
Film ini menjadi sebuah kritik bagi hubungan antar manusia kontemporer di Amerika. Tekanan hidup yang berat, baik dalam segi ekonomi, sosial, dan budaya, bahkan bisa menghilangksan sisi kemanusiaan. Berbagai tekanan hidup yang dialami masyarakat kelas bawah telah mengalienasi mereka dari sisi humanisme, dari sebuah hubungan antar manusia. Manusia lain kemudian bisa menjadi musuh yang dapat merebut hak mereka.
Dalam film ini, Ellen Page sukses memainkan perannya sebagai Silvia Likens. Ellen Page berhasil menghidupkan karakter seorang kakak yang kuat yang berusaha melindungi adiknya yang agak ringkih. Meskipun, Ellen Page mampu menyamai kegemilangannya berakting dalam Film Juno, ternyata prestasi An American Crime tak segemilang Juno. Tercatat, An American Crime hanya masuk dalam nominasi Golden Globe. Hal ini berbeda dengan Juno yang mampu meraih Oscar.
Sementara itu Christine Keener, pemeran Gertrude, meskipun patut diacungi jempol, dalam film ini hanya menampilkan kemampuan akting standar yang dimilikinya. Dengan pengalaman bermain dalam puluhan film drama, diantaranya adalah The Interpreter (2005, dan Being John Malkovich (1999), Christine Keener seharusnya mampu berakting lebih bagus.
Secara keseluruhan, dengan kemampuan yang dimiliki para pemainnya, Tommy O’Haver yang pernah mensutradari Ella Enchanted (2005) telah berhasil menghadirkan sebuah film drama kriminal yang patut diacungi jempol.
Directed by: Tommy O’Haver
Dengan enam orang anak kandung dan dua orang anak titipan, seorang ibu bahkan bisa kehilangan sisi keibuannya. Akhirnya, seorang anak titipan menjadi korban. Dan lahirlah sebuah cerita kriminal paling menggemparkan di seluruh negeri.
Film ini didasarkan pada sebuah kisah nyata yang pernah menggemparkan seluruh negeri Paman Sam tahun 1965. Awalnya, adalah kehidupan sebuah keluarga pekerja pasar malam yang nomaden. Tanpa tempat tinggal tetap, keluarga Likens selalu berpindah setiap kali pasar malam yang menjadi sumber mata pencaharian mulai sepi pengunjung.
Terlalu lama mengembara, pasangan Likens pun mulai resah memikirkan masa depan kedua putri mereka yang beranjak dewasa tanpa teman dan kehidupan menetap. Mereka mulai memikirkan tempat tinggal tetap agar putri mereka bisa bersekolah, mencari teman, dan menjalani kehidupan layaknya anak-anak seusia mereka. Sementara kehidupan pasar malam yang mulai tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, membuat pasangan Likens berpisah untuk sementara waktu.
Sang Ayah, Lester Likens (Nick Searcy) berkeras untuk tetap bekerja di pasar malam, sementara sang ibu, Betty Likens (Romy Rosemot), berkeras untuk meninggalkan kehidupan pasar malam yang dinilai tidak baik bagi masa depan kedua putri mereka. Betty dan kedua putri mereka pun akhirnya menetap di Indianapolis.
Di Indianapolis, tempat pemberhentian pasar malam yang entah keberapa, kakak beradik Silvia (Ellen Page) dan Jennie Likens (Hayley McFarland) mulai mendapat teman baru sepulang dari gereja. yang mendapat teman baru sepulang dari gereja membuat sang ibu, Betty Likens (Romy Rosemot), berencana untuk menetap di Indianapolis. Namun sang Ayah merasa tetap berat meninggalkan pasar malam dan kedua putrinya.
Akhirnya tawaran dari Gertrude (Cahterine keener) pun datang. Gertrude adalah ibu dari teman baru Silvia dan Jennie. Tawarannya, 20 dollar seminggu untuk memberikan kedua anak Likens sebuah kehidupan menetap di Indianapolis. Dengan tawaran tersebut, Lester mampu membujuk Betty untuk tetap di pasar malam sampai akhir tahun, sementara kedua putri mereka tetap bisa membangun kehidupan menetap di Indianapolis bersama Getrude dan anak-anaknya.
Dengan janji hanya ditinggal selama beberapa bulan, Kakak beradik Silvia dan Jennie pun akhirnya bersedia tinggal bersama Gertrude. Namun malang bagi kakak beradik ini karena tak lama setelah ditinggal orang tua mereka, Gertrude mulai menunjukkan ketidakstablilan jiwanya. Kedua anak titipan ini menjadi pelampiasan emosi Gertrude.
Gertrude adalah seorang single mother yang tertekan secara mental karena kebutuhan hidup yang tak pernah mampu ia cukupi. Setelah terpuruk karena diitinggalkan suami, ia pun memiliki pacar yang hanya bisa berhutang. Kondisi ibunya yang tidak sehat akhirnya mendorong Paula (Ari Graynor), anak pertama Gertrude, untuk bekerja paruh waktu sepulang sekolah. Hasilnya, adalah uang tambahan untuk makan malam keluarga.
Film ini menggambarkan bagaimana beratnya kehidupan keluarga kelas bawah di Amerika. Awalnya adalah tekanan ekonomi, namun kehidupan adalah sebuah rantai. Tekanan ekonomi akhirnya menjadi virus yang akhirnya menekan mental. Dengan tekanan berat seperti itu, tak jarang orang mengalami masalah kejiwaan seperti yang dialami Gertrude. Untuk mengobati tekanan mental yang dideritanya, Gertrude rutin meminum obat penenang. Namun, tak hanya obat, pelampiasan adalah hal lain yang ia butuhkan.
Tanpa sadar, seorang anak titipan pun menjadi korban pelampiasan. Iri dan dengki membuat semuanya menjadi mudah. Awalnya, Silvia tanpa sengaja membogkar aib demi menyelamatkan Paula dari perbuatan bejat pacarnya. Namun aib yang terbongkar justru membuat Paula membenci Silvia. Gertrude, yang protektif terhadap anak-anaknya mencoba melindungi Paula. Ia menghukum Silvia dengan siksaan yang keji.
Awalnya hanya dengan sabetan sabuk, lama-kelamaan, Gertrude seperti menemukan kenikmatan ketika menyiksa Silvia. Gertrude seperti kembali menjadi ibu seutuhnya ketika ia mencoba melindungi dan membela anak-anaknya. Menyiksa Silvia karena telah mempermalukan anaknya menjadi sebuah pelampiasan.
Siksaan paling gila adalah ketika Gertrude memaksa Silvia memasukkan botol Sprite kedalam vaginanya didepan enam anak gertrude plus seorang teman Silvia. Ini adalah hukuman karena Silvia dinilai telah menyebarkan kabar tentang Paula yang hamil. Gosip tentang Paula memang kemudian berkembang. Seiring dengan menyebarnya gosip itu, hukuman pada Silvia semakin hari semakin berat. Sampai pada titik kebenciannya pada Silvia, Gertrude menyiksa Silvia dengan menuliskan kata-kata ‘I am a prostitute and proud of it” di perut Silvia yang sedang sekarat dengan sayatan kawat panas.
Film ini merekam sisi lain kehidupan masyarakat Barat yang kadang bisa tak masuk akal. Individualisme telah membiarkan Silvia tersiksa dalam basement selama beberapa minggu. Salah satu adegan memperlihatkan bagaimana para tetangga yang tak peduli pada teriakan Silvi ketika disiksa. Protektisionis telah menyiksa Silvia yang anak titipan hingga mati.
Film ini menjadi sebuah kritik bagi hubungan antar manusia kontemporer di Amerika. Tekanan hidup yang berat, baik dalam segi ekonomi, sosial, dan budaya, bahkan bisa menghilangksan sisi kemanusiaan. Berbagai tekanan hidup yang dialami masyarakat kelas bawah telah mengalienasi mereka dari sisi humanisme, dari sebuah hubungan antar manusia. Manusia lain kemudian bisa menjadi musuh yang dapat merebut hak mereka.
Dalam film ini, Ellen Page sukses memainkan perannya sebagai Silvia Likens. Ellen Page berhasil menghidupkan karakter seorang kakak yang kuat yang berusaha melindungi adiknya yang agak ringkih. Meskipun, Ellen Page mampu menyamai kegemilangannya berakting dalam Film Juno, ternyata prestasi An American Crime tak segemilang Juno. Tercatat, An American Crime hanya masuk dalam nominasi Golden Globe. Hal ini berbeda dengan Juno yang mampu meraih Oscar.
Sementara itu Christine Keener, pemeran Gertrude, meskipun patut diacungi jempol, dalam film ini hanya menampilkan kemampuan akting standar yang dimilikinya. Dengan pengalaman bermain dalam puluhan film drama, diantaranya adalah The Interpreter (2005, dan Being John Malkovich (1999), Christine Keener seharusnya mampu berakting lebih bagus.
Secara keseluruhan, dengan kemampuan yang dimiliki para pemainnya, Tommy O’Haver yang pernah mensutradari Ella Enchanted (2005) telah berhasil menghadirkan sebuah film drama kriminal yang patut diacungi jempol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar