Jumat, 13 Februari 2009

Michael Clayton (2007)

Starring: George Clooney, Tom Wilkinson, Tilda Swinton, Sydney Pollack, Michael O'Keefe
Directed by: Tony Gilroy

Di bagian awal, Michael Clayton (George Clooney) menyebut dirinya sebagai ‘Janitor’ kepada seorang klien. Dan inilah inti cerita bagaimana Clayton bekerja memiliht menjadi pengacara realis daripada menjadi pengacara yang bekerja untuk sebuah keajaiban, menyelamatkan orang-orang kaya dari penjara.

Michael Clayton adalah serorang pengacara mapan dengan setelan konservatif yang selalu tampil rapi. Tak banyak sisi kehidupan pribadi Clayton yang ditampilkan dalam film ini kecuali cerita tentang Clayton yang adalah duda beranak satu. Hubungan Clayton dengan anaknya terjalin baik dengan hubungan yang intens setiap hari Sabtu.

Akibat hobinya berjudi di kompleks pecinan dan investasinya yang hancur dalam bidang restoran, Clayton terlibat dalam hutang piutang sebesar 80.000 dollar. Tidak dijelaskan dengan gamblang, tetapi hutang piutang ini menjadi salah satu masalah penting dalam cerita ini.

Akibat hutang piutang sebesar ini, Clayton terpaksa menjual dirinya sebagai pengacara pembuat keajaiban di firma hukum Kenner, Bach & Ledeen. Di firma ini dia menjadi manusia yang hidup dalam area abu-abu antara moralitas dan amoralitas.

Ceritanya, firma hukum Kenner, Bach & Ledeen sedang menghadapi proses merger dengan firma sejenis di London. Merger ini akan menjadi penyelamat firma pimpinan Marty Bach (Sydney Pollack) dari kebangkrutan. Sementara disisi lain, klien terbesar firma ini, U/North, sedang menghadapi class action dengan tuntutan jutaan dollar.

U/North adalah perusahaan agribisnis multinasional yang memperkerjakan lebih dari 70.000 pekerja dan menggurita hingga ke 62 negara. Tentu saja, penyelesaian akhir yang buruk pada masalah yang dihadapi oleh U/North dalam menghadapi class action akan mempengaruhi citra firma pimpinan Bach dan mempengaruhi proses merger mereka.

Dalam permasalahan pelik tersebut, Clayton ditugaskan untuk membersihkan Arthur (Tom Wilkinson), salah seorang pimpinan U/North yang malah mencoba mendukung penuntut. Diam-diam Arthur menyimpan dokumen penelitian yang menjadi kunci kemenangan penuntut. Isinya menerangkan bahwa produk U/North adalah produk agribisnis yang berbahaya memicu kanker dan kematian.

Tema seperti ini bukanlah tema baru. Sebelumnya film bertema ‘perlawanan terhadap perusahaan multinasional’ juga pernah muncul seperti film ‘the Insider, dan The Contant Gardener. Cerita legal thriller seperti ini muncul pertama kali dalam garapan John Grisham 20 tahun lalu.

Pada dasarnya, ada dua jenis film thriller. Pertama, visceral thriller yang menegangkan dan membakar penonton sejak detik awal. Kedua, intelectual thriller yang membakar penonton secara perlahan. Dengan kata lain, jenis film drama yang kedua ini adalah film yang sedikit membosankan di detik-detik awal.

Diceritakan dalam bentuk flashback, agaknya Michel Clayton garapan Tony Gilroy ini agaknya masuk dalam jenis yang kedua. Perlu beberapa kali menonton untuk memahami film ini. Banyak detail film yang sebenarnya menjadi bagian sangat penting dalam film ini diceritakan dalam tekanan yang merata. Akibatnya, detail tersamar dan membuat orang akan menebak-nebak kelanjutan tiap detik film. Awalnya, sekali menonton, tebakan akan selalu meleset.

Arthur mati secara tak wajar ketika Clayton menemukan apa yang sebenarnya dikerjakan Arthur secara diam-diam. Clayton menyadari bahwa Arthur telah dibunuh untuk menyelamatkan U/North. Dari sinilah Clayton diuji pendiriannya di gray area. Meneruskan perjuangan Arthur yang membela ratusan korban perusahaannya sendiri, atau menyelamatkan U/North dan firma hukum pimpinan Bach.

Dari materi pemain, dapat dibayangkan bagaimana kekuatan film ini. Setiap pemain bermain dengan baik. Clooney berhasil menjadi Clayton yang penuh masalah, Tom Wilkinson berhasil menjadi Arthur yang gila dan tertekan. Sementara itu

Sementara itu Tony Gilroy yang baru memulai debut filmnya dalam Michael Clayton dengan cemerlang. Michael Clayton merupakan debutnya menyutradai film setelah sebelumnya Tony berperan sebagai screenwriter dalam keseluruhan sekuel Bourne. Bekerjasama dengan Robert Elswit sebagai sinematrografer, Tony berhasil membuat sebuah genre film intelectual thriller yang membutuhkan konsentrasi penontonnya.

“I am Shiva, the god of death” begitu kata Clayton mengakhiri film ini yang artinya, Clayton lebih memilih meneruskan pekerjaan Arthur, dan meninggalkan pekerjaannya selama ini sebagai ‘Janitor’, si pembersih masalah.

Tidak ada komentar: